Pertemuan 2
- Letak posisi dalam Laporan Keuangan
- Periode Akuntansi
- Manfaat yang diperoleh
B.
Klasifikasi
Biaya
Klasifikasi
biaya sangat penting untuk memisahkan biaya berdasarkan data biaya yang ada.
Biaya pada umumnya di klasifikasikan berdasarkan :
1.
Hubungan dengan produk
Klasifikasi
biaya berdasarkan hubungannya dengan
produk dapat di kelompokan menjadi manufacturing
cost (biaya pabrikasi) dan commercial
cost (biaya komersial).
a. Manufacturing
cost
Manufacturing cost adalah biaya
yang terdiri dari beberapa elemen yaitu row
materials, direct labor dan factory overhead.
1) Raw
materials
Bahan baku langsung
adalah bahan baku utama dalam membentuk sebuah produk. Contohnya sebuah produk
lemari, maka bahan baku utamanya adalah kayu.
2) Direct
labor
Tenaga kerja langsung
adalah tenaga kerja yang secara langsung terlibat dalam proses produksi
pembuatan sebuah produk. Contohnya PT Yamaha Music Studio yang bergerak dalam
pembuatan alat musik gitar, maka tenaga kerja langsungnya adalah operator
produksi atau buruh pabrik.
3) Factory
Overhead
Biaya overhead pabrik
adalah biaya selain biaya bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung.
ü Indirect
material
Bahan penolong adalah
bahan baku yang di butuhkan untuk menghasilkan produk jadi tetapi bukan
merupakan bahan utama sebuah produk. Contohnya sebuah produk lemari, maka bahan
penolongnya adalah paku dan cat.
ü Indirect
labor
Tenaga kerja tidak
langsung adalah tenaga kerja yang tidak secara langsung terlibat dalam proses
produksi sebuah produk. Contohnya PT Kalbe Farma, Tbk yang bergerak dalam
bidang farmasi, maka tenaga kerja tidak langsungnya adalah direktur, manager,
keamanan dan tenaga kerja lainnya.
ü Other
factory overhead
Biaya overhead pabrik
lainnya adalah biaya overhead pabrik lain-lain. Contohnya seperti biaya sewa
tempat biaya asuransi, biaya penyusutan aktiva tetap dan lain-lain.
Dalam
manufacturing cost terdapat dua
konsep biaya yang penting yaitu prime
cost dan convertion cost.
· Prime
cost
Biaya utama adalah biaya pabrikasi
yang secara langsung membentuk bagian integral suatu produk.
Prime cost = row materials + direct
labor
· Convertion
cost
Biaya konversi adalah biaya
pabrikasi yang di perlukan untuk mengubah bahan baku menjadi produk.
Convertion cost = direct labor +
factory overhead
b. Commercials
Expenses
Beban komersial adalah biaya yang terdiri dari marketing expenses dan administrative expenses.
1) Marketing
expenses
Biaya pemasaran adalah biaya-biaya
yang terjadi dalam rangka memasarkan produk ke konsumen. Contohnya adalah biaya
gaji pembagian pemasaran, biaya iklan dan komisi penjualan.
2) Administrative
expenses
Biaya administrasi adalah
biaya-biaya yang terjadi dalam rangka menjalankan dan mengarahkan kegiatan
proses produksi. Contoh biaya administrasi, biaya fotokopi, dan lain-lain
2. Hubungan Biaya dengan Departemen ataupun Divisi Pada Perusahaan Manufaktur.
Departemen produksi adalah departemen yang melakukan proses produksi, berupa proses pembentukan, pemotongan, atau perakitan. Departemen jasa adalah departemen yang memberikan jasa kepada departemen lain baik departemen produksi maupun departemen jasa lainnya. Cost departemen jasa merupakan bagian dari factory overhead. Departemen jasa meliputi departemen pemeliharaan, penggajian, akuntansi biaya, pemrosesan data, dan layanan makan. Istilah direct dan indirect terkait biaya bisa dihubungkan dengan departemen. Biaya yang bisa ditelusuri secara langsung ke suatu departemen disebut direct departemental cost, misalnya gaji pegawai. Sedangkan biaya yang tidak bias ditelusuri secara langsung ke satu departemen disebut indirect departemental cost, misalnya listrik dan depresiasi gedung. Common cost adalah biaya fasilitas atau layanan yang dinikmati oleh lebih dari satu kegiatan. Joint cost adalah biaya suatu kegiatan yang menghasilkan lebih dari satu produk.
3. Hubungan Biaya dengan Periode Pelaporan Akuntansi.
Terkait dengan periode akuntansi, biaya dapat dikelompokkan menjadi capital expenditure dan revenue expenditure. Capital expenditure adalah pengeluaran yang memberi manfaat lebih dari satu periode, contohnya biaya pembangungan gedung dan biaya pembelian peralatan. Revenue expenditure adalah pengeluaran yang memberikan manfaat hanya untuk satu periode, misalnya gaji pegawai dan beban listrik. Pengelompokkan ini terkait dengan prinsip matching cost against revenue.
4. Hubungan
dengan volume produksi
Klasifikasi biaya dalam hubungannya
dengan jumlah produksi terbagi ke dalam tiga kelompok yaitu fixed cost, variable cost dan semivariable
cost.
a.
Fixed cost
Biaya tetap adalah biaya yang tidak
di pengaruhi oleh jumlah produksi. Contohnya seperti biaya sewa, biaya ini
adalah biaya yang harus di keluarkan setiap periode berapapun jumlah output
produksi yang di hasilkan. Beberapa contoh biaya tetap lainnya seperti biaya asuransi, biaya depresiasi dan biaya
overhead tetap lainnya.
b.
Variable cost
Biaya variabel adalah biaya yang di
pengaruhi oleh jumlah produksi. Contohnya seperti biaya bahan baku langsung,
semakin banyak output produksi yang di hasilkan maka biaya bahan baku yang di
gunakan juga semakin meningkat. Selain biaya bahan baku langsung, biaya
variabel seperti biaya tenaga kerja langsung, biaya bahan penolong, dan biaya
overhead pabrik variabel lainnya.
c.
Semivariable cost
Biaya semi variable adalah biaya
yang terpengaruh oleh volume produksi tetapi dengan perubahan biaya yang tidak
proposional. Contohnya seperti biaya listrik, ada atau tidak adanya proses
produksi perusahaan tetap membutuhkan listrik namun biayanya berubah-ubah tidak
tetap tergantung dari output produksi. Selain biaya listrik, biaya telepon dan
biaya air juga merupakan biaya semi variabel.
5. Hubungan
dengan pengambilan keputusan
Biaya dalam hubungannya dengan
pengambilan keputusan di klasifikasikan menjadi relevant cost dan irelevant
cost.
a. Relevant
cost
Biaya relevan adalah biaya yang
sesuai dengan pengambilan keputusan. Contohnya sebuah manajer perusahaan yang
berencana membeli bahan baku pada beberapa suplier. Manajer tersebut memutuskan
untuk membeli bahan baku dari suplier A dengan alasan karena kualitas bahan
baku tersebut baik. Dalam hal ini, pengambilan keputusan manajer di dasarkan
pada hal yang relevan.
b. Irelevant
cost
Biaya tidak relevan adalah biaya yang
tidak sesuai dengan proses pengambilan keputusan. Masih sama dengan contoh
manajer yang hendak membeli bahan baku, tetapi
manajer tersebut memutuskan membeli bahan baku pada suplier B dengan alasan
manajer retail B tersebut cantik. Dalam contoh tersebut, pengambilan keputusan
sang manajer di dasarkan pada hal yang tidak relevan.
C. Cost Of Goods Manufactured and Cost Of Goods Sold Statement
1. Cost Of Goods Manufactured (COGM)
Biaya barang yang telah diselesaikan selama suatu periode disebut beban pokok produksi barang selesai (cost of goods manufactured) atau disingkat dengan beban pokok produksi. Maka harga pokok ini terdiri dari biaya pabrik ditambah persediaan dalam proses awal periode dikurangi persediaan dalam proses akhir periode. Jadi beban pokok produksi selama suatu periode dilaporkan dalam laporan harga produksi (cost of goods manufactured statement). Maka laporan ini merupakan bagian dari beban pokok penjualan (cost of goods sold). Rumusnya perhitungannya sebagai berikut :
Cost of Goods Manufactured (COGM) = Total Factory Cost + Opening Work in Process Inventory – Ending Work in Process Inventory
atau
Cost of Goods manufactured = Direct materials cost + Direct labor cost + Factory overhead cost + Opening work in process inventory – Ending work in process inventory
atau
Cost of Goods manufactured = Direct materials cost + Direct labor cost + Factory overhead cost + Opening work in process inventory – Ending work in process inventory
2. Cost Of Goods Sold Statement
Harga Pokok Penjualan (Cost of Goods Sold) atau yang biasa di sebut dengan COGS adalah semua biaya yang muncul dalam rangka menghasilkan suatu produk hingga produk tersebut siap dijual. dengan bahasa sederhana, Harga Pokok Penjualan yang biasa disingkat HPP atau COGS merupakan biaya yang dikeluarkan dalam suatu proses produksi barang dan jasa yang dapat dihubungkan secara langsung dengan aktivitas proses yang membuat produk barang dan jasa siap jual.
Comments
Post a Comment