Pertemuan 2

A. Perbedaan cost dan expenses
Dibawah ini merupakan perbedaan antara biaya dan beban dalam proses akuntansi:
  • Letak posisi dalam Laporan Keuangan
Perbedaan biaya dan beban terletak pada penyusunan laporan keuangan.
Dalam laporan keuangan posisi biaya akan terletak dalam penyusunan neraca, biasanya berwujud biaya yang belum digunakan dan diprediksi mampu memberikan manfaat sehingga biaya ini dianggap sebagai aktiva.
Dalam laporan keuangan posisi beban akan terletak dalam penyusunan laporan laba-rugi. Beban di dalam laporan laba-rugi berupa pengeluaran yang telah digunakan, dan tidak memberikan manfaat di masa mendatang serta periodenya hanya kurang dari satu tahun. 
  • Periode Akuntansi
Perbedaan biaya dan beban dilihat dari periode dalam akuntansi.
Biaya umumnya memiliki periode lebih dari satu tahun hal ini dianggap sebagai pengeluaran modal (capital expenditure). Pengorbanan yang telah dikeluarkan ini bertujuan untuk memperoleh aktiva tetap, demi meningkatkan keefesiensian atas operasional bisnis perusahaan dan kapasitas produktif aktiva tetap, selain itu untuk memperpanjang masa manfaat aktiva tetap.
Jumlah biaya yang dikeluarkan dalam satuan rupiah jauh lebih besar dibandingkan dengan jumlah beban.
Sedangkan, beban umumnya memiliki periode kurang dari satu tahun hal ini dianggap sebagai pengeluaran pendapatan (revenue expenditure), yaitu memberi manfaat hanya dalam periode berjalan saja. Maka dari itu biaya-biaya yang dikeluarkan tidak akan dikapitalisasikan sebagai aktiva tetap di neraca, melainkan akan langsung dibebankan dalam laporan laba-rugi. Jumlah beban yang dikeluarkan dalam satuan rupiah tidak begitu besar, bahkan bisa dibilang relatif kecil bila dibandingkan dengan jumlah beban.
  • Manfaat yang diperoleh 
Manfaat yang diperoleh antara biaya dan beban juga berbeda. Untuk klarifikasi biaya mengenai manfaat yang didapatkan adalah pendapatan, sedangkan untuk klarifikasi beban mengenai manfaat yang didapatkan adalah penggunaan sumber daya.
B.    Klasifikasi Biaya
Klasifikasi biaya sangat penting untuk memisahkan biaya berdasarkan data biaya yang ada. Biaya pada umumnya di klasifikasikan berdasarkan :
1.         Hubungan dengan produk
Klasifikasi biaya  berdasarkan hubungannya dengan produk dapat di kelompokan menjadi manufacturing cost (biaya pabrikasi) dan commercial cost (biaya komersial).
a.       Manufacturing cost
Manufacturing cost adalah biaya yang terdiri dari beberapa elemen yaitu row materials, direct labor dan factory overhead.
1)   Raw materials
Bahan baku langsung adalah bahan baku utama dalam membentuk sebuah produk. Contohnya sebuah produk lemari, maka bahan baku utamanya adalah kayu.
2)   Direct labor
Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang secara langsung terlibat dalam proses produksi pembuatan sebuah produk. Contohnya PT Yamaha Music Studio yang bergerak dalam pembuatan alat musik gitar, maka tenaga kerja langsungnya adalah operator produksi atau buruh pabrik.
3)   Factory Overhead
Biaya overhead pabrik adalah biaya selain biaya bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung.
ü Indirect material
Bahan penolong adalah bahan baku yang di butuhkan untuk menghasilkan produk jadi tetapi bukan merupakan bahan utama sebuah produk. Contohnya sebuah produk lemari, maka bahan penolongnya adalah paku dan cat.
ü Indirect labor
Tenaga kerja tidak langsung adalah tenaga kerja yang tidak secara langsung terlibat dalam proses produksi sebuah produk. Contohnya PT Kalbe Farma, Tbk yang bergerak dalam bidang farmasi, maka tenaga kerja tidak langsungnya adalah direktur, manager, keamanan dan tenaga kerja lainnya.
ü  Other factory overhead
Biaya overhead pabrik lainnya adalah biaya overhead pabrik lain-lain. Contohnya seperti biaya sewa tempat biaya asuransi, biaya penyusutan aktiva tetap dan lain-lain.


Dalam manufacturing cost terdapat dua konsep biaya yang penting yaitu prime cost dan convertion cost.
·      Prime cost
Biaya utama adalah biaya pabrikasi yang secara langsung membentuk bagian integral suatu produk.
Prime cost = row materials + direct labor
·      Convertion cost
Biaya konversi adalah biaya pabrikasi yang di perlukan untuk mengubah bahan baku menjadi produk.
Convertion cost = direct labor + factory overhead

b.      Commercials Expenses
Beban  komersial adalah biaya yang terdiri dari marketing expenses dan administrative expenses.
1)   Marketing expenses
Biaya pemasaran adalah biaya-biaya yang terjadi dalam rangka memasarkan produk ke konsumen. Contohnya adalah biaya gaji pembagian pemasaran, biaya iklan dan komisi penjualan.
2)   Administrative expenses
Biaya administrasi adalah biaya-biaya yang terjadi dalam rangka menjalankan dan mengarahkan kegiatan proses produksi. Contoh biaya administrasi, biaya fotokopi, dan lain-lain
2. Hubungan Biaya dengan Departemen ataupun Divisi Pada Perusahaan Manufaktur.
Departemen produksi adalah departemen yang melakukan proses produksi, berupa proses pembentukan, pemotongan, atau perakitan. Departemen jasa adalah departemen yang memberikan jasa kepada departemen lain baik departemen produksi maupun departemen jasa lainnya. Cost departemen jasa merupakan bagian dari factory overhead. Departemen jasa meliputi departemen pemeliharaan, penggajian, akuntansi biaya, pemrosesan data, dan layanan makan. Istilah direct dan indirect terkait biaya bisa dihubungkan dengan departemen. Biaya yang bisa ditelusuri secara langsung ke suatu departemen disebut direct departemental cost, misalnya gaji pegawai. Sedangkan biaya yang tidak bias ditelusuri secara langsung ke satu departemen disebut indirect departemental cost, misalnya listrik dan depresiasi gedung. Common cost adalah biaya fasilitas atau layanan yang dinikmati oleh lebih dari satu kegiatan. Joint cost adalah biaya suatu kegiatan yang menghasilkan lebih dari satu produk.
3. Hubungan Biaya dengan Periode Pelaporan Akuntansi.
Terkait dengan periode akuntansi, biaya dapat dikelompokkan menjadi capital expenditure dan revenue expenditure. Capital expenditure adalah pengeluaran yang memberi manfaat lebih dari satu periode, contohnya biaya pembangungan gedung dan biaya pembelian peralatan. Revenue expenditure adalah pengeluaran yang memberikan manfaat hanya untuk satu periode, misalnya gaji pegawai dan beban listrik. Pengelompokkan ini terkait dengan prinsip matching cost against revenue.
4.      Hubungan dengan volume produksi
Klasifikasi biaya dalam hubungannya dengan jumlah produksi terbagi ke dalam tiga kelompok yaitu fixed cost, variable cost dan semivariable cost.
a.         Fixed cost
Biaya tetap adalah biaya yang tidak di pengaruhi oleh jumlah produksi. Contohnya seperti biaya sewa, biaya ini adalah biaya yang harus di keluarkan setiap periode berapapun jumlah output produksi yang di hasilkan. Beberapa contoh biaya tetap lainnya seperti  biaya asuransi, biaya depresiasi dan biaya overhead tetap lainnya.
                            
b.        Variable cost
Biaya variabel adalah biaya yang di pengaruhi oleh jumlah produksi. Contohnya seperti biaya bahan baku langsung, semakin banyak output produksi yang di hasilkan maka biaya bahan baku yang di gunakan juga semakin meningkat. Selain biaya bahan baku langsung, biaya variabel seperti biaya tenaga kerja langsung, biaya bahan penolong, dan biaya overhead pabrik variabel lainnya.
c.         Semivariable cost
Biaya semi variable adalah biaya yang terpengaruh oleh volume produksi tetapi dengan perubahan biaya yang tidak proposional. Contohnya seperti biaya listrik, ada atau tidak adanya proses produksi perusahaan tetap membutuhkan listrik namun biayanya berubah-ubah tidak tetap tergantung dari output produksi. Selain biaya listrik, biaya telepon dan biaya air juga merupakan biaya semi variabel.

5.      Hubungan dengan pengambilan keputusan
Biaya dalam hubungannya dengan pengambilan keputusan di klasifikasikan menjadi relevant cost dan irelevant cost.
a.       Relevant cost
Biaya relevan adalah biaya yang sesuai dengan pengambilan keputusan. Contohnya sebuah manajer perusahaan yang berencana membeli bahan baku pada beberapa suplier. Manajer tersebut memutuskan untuk membeli bahan baku dari suplier A dengan alasan karena kualitas bahan baku tersebut baik. Dalam hal ini, pengambilan keputusan manajer di dasarkan pada hal yang relevan.
b.      Irelevant cost
Biaya tidak relevan adalah biaya yang tidak sesuai dengan proses pengambilan keputusan. Masih sama dengan contoh manajer yang hendak membeli bahan baku, tetapi manajer tersebut memutuskan membeli bahan baku pada suplier B dengan alasan manajer retail B tersebut cantik. Dalam contoh tersebut, pengambilan keputusan sang manajer di dasarkan pada hal yang tidak relevan.
C. Cost Of Goods Manufactured and Cost Of Goods Sold Statement

1. Cost Of Goods Manufactured (COGM)

Biaya barang yang telah diselesaikan selama suatu periode disebut beban pokok produksi barang selesai (cost of goods manufactured) atau disingkat dengan beban pokok produksi. Maka harga pokok ini terdiri dari biaya pabrik ditambah persediaan dalam proses awal periode dikurangi persediaan dalam proses akhir periode. Jadi beban pokok produksi selama suatu periode dilaporkan dalam laporan harga produksi (cost of goods manufactured statement). Maka laporan ini merupakan bagian dari beban pokok penjualan (cost of goods sold). Rumusnya perhitungannya sebagai berikut :

Cost of Goods Manufactured (COGM) = Total Factory Cost + Opening Work in Process Inventory – Ending Work in Process Inventory
atau
Cost of Goods manufactured = Direct materials cost + Direct labor cost + Factory overhead cost + Opening work in process inventory – Ending work in process inventory


2. Cost Of Goods Sold Statement

Harga Pokok Penjualan (Cost of Goods Sold) atau yang biasa di sebut dengan COGS adalah semua biaya yang muncul dalam rangka menghasilkan suatu produk hingga produk tersebut siap dijual. dengan bahasa sederhana, Harga Pokok Penjualan yang biasa disingkat HPP atau COGS merupakan biaya yang dikeluarkan dalam suatu proses produksi barang dan jasa yang dapat dihubungkan secara langsung dengan aktivitas proses yang membuat produk barang dan jasa siap jual.

Comments

Popular posts from this blog

Proses Costing

Ch.15 cost allocation